Mega, Macro & Micro Influencer di Instagram

Mega, Macro & Micro Influencer di Instagram

Bulan Juli lalu diumumkan kalau Indonesia memiliki 45 juta pengguna aktif setiap bulannya, terbesar di Asia Pasifik, naik dari 22 juta di tahun sebelumnya. Aktivitas berbagi cerita dan foto yang sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari menjadi pendorong utamanya. Semua ingin berbagi, dan di sisi lainnya, juga banyak yang ingin tahu apa yang dilakukan oleh teman hingga artis negeri. Dengan cepat banyak pengguna yang naik status sosialnya menjadi selebgram dan influencer baru. Dengan bahasan topik lifestyle, fashion, kencantikan, travel, olahraga, dll, menarik mata puluhan hingga ratusan ribu follower. Mereka yang sudah terkenal karena keartisannya, memanfaatkan Instagram untuk mempromosikan gaya hidup atau aktivitas profesionalnya.

Brand pun semakin banyak melirik para selebgram baru ini. Perhatian yang beberapa tahun lalu terfokus hanya pada selebtweet, kini hampir semuanya berpindah. Toko online pun nggak mau kalah. Mereka memanfaatkan para selebgram ini untuk membantu endorse produk mereka. Keberadaan mereka tidak dipungkiri membantu membangun awareness produk yang mereka tawarkan.

Influencer adalah mereka yang punya kredibilitas dalam suatu subjek, memiliki jumlah follower yang banyak, serta membangun personal brand berdasarkan ketertarikan, hobi, dan keahlian. Mereka juga bisa melakukan persuasi kepada follower untuk melakukan suatu aksi.  Para selebgram ini adalah bagian dari itu.

Mega Influencer di Instagram

Mereka adalah artis, atlit, atau tokoh apapun yang memang sudah terkenal, seperti Agnez Mo, Raisa, atau Isyana Sarasvati. Jumlahnya tidak banyak, tapi mereka memiki jutaan follower. Mereka diwakili oleh manajemen, dan sudah banyak berpengalaman berurusan dengan brand sebelumnya. Biasanya brand menggandeng mereka menjadi sekaligus sebagai brand ambassador, dengan promosi di Instagram menjadi bagian dari kerja sama itu.

Mereka memiliki jutaan audiens tapi hanya 2% – 5% engagement. Mereka juga bisa dibilang tidak pernah berinteraksi dengan followernya. Saat brand Anda bekerja sama dengan mereka, pertimbangkan apakah tujuannya untuk membangun mengenalkan produk ke masyarakat luas? Ataukah ingin membangun koneksi nyata dengan target brand Anda? Bisa jadi tidak semua pula yang menjadi follower mereka adalah target brand Anda.

Macro Influencer di Instagram

Selebgram merupakan bagian ini. Mereka memiliki 10.000 – 1 juta follower dengan 5% – 25% engagement di setiap post-nya. Mereka biasanya terhubung dalam kategorinya masing-masing, seperti: travel, fashion, kecantikan, bisnis, lifestyle, gamer, dll. Brand bisa berhubungan dengan mereka sesuai kategori yang relevan. Target audiens yang didapat lebih sesuai, dan koneksi yang didapat kepada mereka pun lebih nyata, mengingat mereka cukup rajin pula berinteraksi dengan followernya.

Micro Influencer di Instagram

Merekalah jumlah terbanyak di Instagram, dengan 500 – 10.000 follower. Setiap post bisa mendapatkan 25%-50% engagement, dan mereka bisa berhubungan dengan audiens mereka satu per satu. Follower tertarik dengan opini yang mereka sampaikan. Mereka pun lebih dipercaya karena cenderung jujur dalam beropini. Dialog seperti ini yang bisa membangun engagement brand lebih dekat. Biaya per post pun jauh lebih terjangkau.

Apakah brand Anda lebih tertarik menjangkau 1 mega influencer atau menjangkau 50 micro influencer? Keputusan ini tergantung dari objektif Anda sendiri di Instagram. Apakah Anda ingin membangun awareness dengan target audiens sebanyak mungkin? Ataukah Anda lebih memilih membangun koneksi dengan mereka yang bisa mengenalkan brand Anda dengan lebih personal? Kita bisa diskusikan bareng, mana yang cocok dengan kebutuhan brand Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *