Organic Post oleh Brand di Facebook, Masih Bisakah?

Organic Post oleh Brand di Facebook, Masih Bisakah?

Beberapa bulan ini semakin banyak yang mengeluhkan kalau organic post dari page milik brand sering tidak muncul di news feed, bahkan untuk mereka yang sebelumnya suka berinteraksi dengan page tersebut. Padahal tahun lalu, banyak brand membuat konten semenarik mungkin supaya fans bisa berinteraksi banyak. Harapannya, supaya organic post berikutnya juga ikut muncul di news feed-nya. Algoritma penampilan news feed terasa berubah.

Survei singkat yang dilakukan Nieman Lab Desember kemarin terhadap 402 orang di US menunjukkan dari 4,020 total post yang muncul di tampilan teratas news feed, hanya 9,6% yang berasal dari portal berita. Itu pun hanya 4% yang di-share langsung oleh pemilik akun page portal berita. Sisanya di-share oleh teman. Di luar itu ada 10% post yang muncul dari akun page lainnya di luar portal berita (termasuk akun brand).

Baru saja Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mengumumumkan kalau Facebook akan melakukan perubahan besar untuk algoritma news feed. Kini tampilan post akan jauh diprioritaskan untuk teman, keluarga, dan group saja. Semua post dari page brand atau portal berita akan dikesampingkan. Ini tentunya jadi masalah untuk portal berita yang mengandalkan traffic-nya dari Facebook. Brand juga semakin sulit muncul di news feed. Reach yang tadinya menurun, akan semakin jauh menurun.

Menurut pengumuman tersebut, efek setiap page bisa berbeda tergantung konten yang dibuat dan interaksi yang terjadi. Page yang membuat post yang tidak menimbulkan reaksi atau komentar akan mengalami penurunan reach yang jauh. Page yang menimbulkan percakapan antara teman akan lebih sedikit mengalami efeknya.

Antisipasi yang Perlu Dipikirkan oleh Brand

Belum tahu juga efek yang akan ditimbulkan akibat ini terhadap page brand. Namun kalau melihat pola penurunan reach yang terjadi belakangan ini, sepertinya brand perlu mempertimbangkan ulang. Apakah akan tetap investasi membangun konten di Facebook? Ataukah saatnya mulai mempertimbangkan alternatif channel lain?

Bila akan tetap di Facebook, pembuatan konten tidak perlu lagi sebanyak dulu. Dulu membuat organic post 2-3 kali sehari sempat menjadi patokan umum, dengan waktu publikasi disesuaikan dengan ramainya aktivitas fans. Kini polanya harus diubah. Tidak perlu lagi membuat post yang isinya hanya berupa share link berita atau artikel. Fokus pada membuat konten yang bernilai tinggi, seperti video, animasi, infografis, kuis, dll. Butuh waktu produksi lebih lama, tapi memang dibuat untuk meningkatkan engagement. Kuantitas post juga dikurangi, tidak harus setiap hari. Namun saat mempublikasikan post, pastikan didukung dengan budget ads yang memadai, supaya bisa memaksimalkan reach.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak micro influencer di Facebook. Mereka yang dengan sukarela mau meneruskan informasi dari brand. Mereka yang memiliki pertemanan banyak dan tergabung dalam groups yang relevan. Memang sulit sih mendeteksi keberadaan mereka. Untuk awalnya bisa dilakukan dengan mendekati mereka yang sebelumnya aktif terlibat dalam percakapan brand. Ini memang tidak semudah memasang ads sih. Butuh waktu lebih lama juga, tapi bukan tidak mungkin.

Yuk diskusi lebih lanjut tentang hal yang bisa dilakukan oleh brand Anda di Facebook untuk mengatasi hambatan ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *